Akhlak dan Karakter yang mulia merupakan tujuan dari Pendidikan Islam, bahkan juga menurut amanat undang-undang negara Indonesia. Salah satu peran terbesar pendidikan Islam adalah upayanya untuk menginternalisasikan nilai-nilai Akhlak dan Karakter yang mulia tersebut, namun dikarenakan antara Akhlak dan Karakter merupakan dua istilah yang berbeda, maka tentu saja proses internalisasi yang dilakukan oleh Pendidikan Islam dilakukan dengan pendekatan yang berbeda pula. Dalam kajian ini peneliti menggunakan metode library research (penelitian pustaka). Di mana peneliti melakukan penelusuran terhadap literatur-literatur berupa buku-buku, hasil penelitian, serta jurnal-jurnal, baik nasional maupun internasional. Dari hasil kajian yang dilakukan ditemukan bahwa, pertama, Dari uraian di atas maka dapat diambil kesimpulan bahwa: pertama, meneladani 99 asma’ul husna dengan metode perintah, larangan, targhib (motivasi) wa tarhib, kisah, dialogis, pembiasaan dan qudwah (keteladanan, di mana metode pembiasaan dan metode qudwah merupakan metode yang paling membekas dalam pembentukan akhlak. Kedua, peran lingkungan terutama peran keluarga sebagai pendidik yang pertama perlu membuat rancangan dan strategi yang tepat untuk pengembangan karakter, di antaranya yaitu penguatan Lembaga Adat, memelihara Kearifan Lokal (local wisdom), pengembangan Budaya dalam Kajian Keilmuan Interdisipliner, pengembangan Kurikulum Muatan Lokal di Lembaga Pendidikan, Pendidikan Multi Cultural, kerjasama Tri Pusat Pendidikan dan pengembangan karakter dalam Aplikasi IT
Copyrights © 2024