AbstrakBerdasarkan hasil observasi di Dinas Kabupaten Sidoarjo menunjukkan bahwa tingkatkecelakaan pada tahun 2014 didominasi dengan jenis pelakunya yaitu siswa SMA yang usianyasekitar 16-17 tahun. Melihat keadaan ini, Dinas Perhubungan Kabupaten Sidoarjomenyelenggarakan pelatihan bagi siswa SMA. Platihan Bina Taruna Cinta Lalu Lintasmerupakan pelatihan bagi siswa SMA untuk melatih dan menumbuhkan perilaku tertib berlalulintas khusunya bagi remaja usia 16-17 tahun. Peneliti menuangkan masalah tersebut dalamsebuah penelitian skripsi dengan fokus masalah sebagai berikut: (1) bagaimana pelaksanaanprogram pelatihan; (2) Bagaimana perilaku sosial remaja setelah mengikuti pelatihan; (3)Apakah faktor penghambat dalam proses perubahan sosial pada perilaku remaja setelahmengikuti pelatihan; (4) Apakah faktor pendukung dalam proses perubahan sosial pada perilakuremaja setelah mengikuti pelatihan.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif Ex Post Facto dengan melakukanpengambilan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Kemudian dilanjutkandengan menganilisis data dengan reduksi data, display data, verifikasi dan simpulan. Yangterakhir menguji keabsahan data melalui uji kredibilitas, dependabilitas, konfirmabilitas, dantransferabilitas.Hasil penelitian pada penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pelatihan Bina TarunaCinta Lalu Lintas berjalan dengan efektif dan efisien, hal ini karena pada penyelenggaraanmemperhatikan aspek pelaksanaan pelatihan antara lain sebagai berikut: (1) rekrutmen pesertapelatihan; (2) merumuskan tujuan dan bahan pelatihan; (3) metode pembelajaran; (4) alokasiwaktu; (5) dana belajar; (6) tempat dan sarana pendukung pelatihan; (7) alat dan mediapembelajaran; (8) sumber/narasumber; (9) iklim sosial dan suasana pembelajaran; (10)mengevaluasi program pelatihan. Pelatihan Bina Taruna Cinta Lalu Lintas sebagai stimulus bagiremaja atau pelajar SMA/K di Kabupaten Sidoarjo menghasilkan respon berupa perubahansosial pada perilaku tertib berlalu lintas remaja di Kabupaten Sidoarjo. Aspek perubahanperilaku sosial tertib berlalu lintas antara lain: (1) mampu berperilaku sosial tertib berlalu lintasdi jalan raya dengan baik; (2) mampu memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan ranmor(kendaraan bermotor); (3) mampu mentaati rambu-rambu lalu lintas sebagai fasilitas lalu lintasdi jalan raya; dan (4) mampu memenuhi kelengkapan mengemudikan ranmor (kendaraanbermotor). Faktor penghambat pada pelatihan ini ialah sikap masyarakat yang tradisional, adatdan kebiasaan. Sedangkan, faktor pendukung pelatihan ini yaitu sistem pendidikan formal yangmaju dan orientasi ke masa depan.Kata kunci : Pelatihan Bina Taruna Cinta Lalu Lintas, Perilaku Sosial Tertib Berlalu Lintas AbstractBased on observations in Sidoarjo Department Office, shows that the accident rate in 2014 wasdominated by the high school students who are around 16 to17 year old. Seeing this situation,Transportation Department of Sidoarjo held a training for high school students. Bina TarunaCinta Lalu Lintas Training is a training for high school students to train and foster good andcorrect traffic behavior especially for adolescents by the age of 16 to 17 year old. Theresearcher carries that problem in a thesis research with the focus problems as follows: (1) Howthe realization of the training program; (2) How the social behavior of adolescents after followingtraining program; (3) What the obstacle factors in the process of social change in adolescentbehavior after following training program; (4) What are the supporting factors in the process ofsocial change in adolescent behavior after following training program.This study used a descriptive approach of Ex Post Facto with collecting the data, were throughinterviews, observation and documentation. Then the process was deals with analyzing the datawith data reduction, data display, verification and conclusion. The last was testing the validity ofthe data through the test of credibility, dependability, confirmability, and transferability.The results of this study shows that the realization of the Bina Taruna Cinta Lalu Lintas Trainingrunning effectively and efficiently, it is because the realization of training guided by concerning tothe aspects of the implementation of the training that are follows: (1) recruitment of trainees; (2)formulate objectives and training materials; (3) methods of learning; (4) The allocation of time;(5) learning fund; (6) the place and the supporting means of training; (7) tools and learningmedia; (8) source / resource person; (9) the social atmosphere and learning environment; (10)evaluating the training program. Bina Taruna Cinta Lalu Lintas Training as a stimulus forteenagers or students of Senior/Vocational High School in Sidoarjo that produce a response inthe form of social change in the adolescent’s orderliness traffic behavior in Sidoarjo. Aspects ofsocial change of orderliness traffic behavior are as follows: (1) be able to well behave orderly inhighway traffic; (2) capable of filling the technical requirements and motor vehicles roadworthy;(3) capable of obeying traffic signs as traffic facilities on the highway; and (4) be able to fill thecompleteness in driving motor vehicle. The obstacle factors of this training are the traditionalpublic attitudes, customs and habits of society. Meanwhile, supporting factors of this training areadvanced formal education system and future orientation.Keywords: Bina Taruna Cinta Lalu Lintas Training, Social Behavior of Traffic Orderliness
Copyrights © 2015