Yayasan HOPE, sebuah organisasi nirlaba yang fokus pada kesehatan, menghadapi tantangan dengan aplikasi web mereka yang tidak memenuhi kebutuhan operasional. Masalah yang diidentifikasi meliputi antarmuka yang tidak menarik, kurangnya catatan untuk barang masuk dan keluar, catatan inventaris yang tidak lengkap, dan akses admin yang terbatas. Untuk mengatasi masalah ini, tim layanan menggunakan pendekatan rekayasa perangkat lunak dengan paradigma prototyping dan User-Centered Design. Proses pengembangan dimulai dengan wawancara mendalam untuk memahami kebutuhan mitra, diikuti dengan pembuatan wireframe yang mencerminkan antarmuka dan alur kerja aplikasi. Wireframe ini dipresentasikan kepada pemangku kepentingan untuk mendapatkan umpan balik. Setelah iterasi dan perbaikan berdasarkan masukan pengguna, tim mengembangkan aplikasi web yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional yayasan. Aplikasi tersebut kemudian diimplementasikan dengan pelatihan pengguna yang komprehensif, menghasilkan aplikasi web yang efektif dan meningkatkan pengalaman pengguna.
Copyrights © 2025