Kesalahan konsep dalam pembelajaran matematika disebabkan oleh kurangnya pemahaman siswa terhadap konsep dalam matematika. Kesalahan konsep yang terjadi tidak boleh dibiarkan karena akan mengarah pada pembentukan konsep dan generalisasi yang salah, sehingga menghambat pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan konsep yang dialami siswa pada materi pecahan, baik dalam bentuk kesalahan konsep maupun penyebabnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan bentuk penelitian studi kasus. Studi kasus ini dilakukan untuk menganalisis apakah siswa kelas VII SMP Negeri 06 Satap Batu Ampar mengalami kesalahan konsep dalam operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan serta mencari tahu penyebabnya. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 06 Satap Batu Ampar, dan penelitian ini dilaksanakan di sekolah tersebut. Teknik pengambilan subjek menggunakan teknik pengukuran dan komunikasi langsung. Instrumen penelitian adalah peneliti itu sendiri, karena peneliti memiliki peran khusus sebagai perencana, pelaksana pengumpulan data, analisis, interpretasi data, serta perintis hasil penelitian. Instrumen lain yang digunakan adalah tes esai pada materi pecahan dan wawancara. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Berdasarkan hasil tes yang diberikan kepada siswa, peneliti menemukan tiga bentuk kesalahan konsep yang terjadi pada siswa.
Copyrights © 2024