Salah satu pendekatan solusi untuk mengurangi risiko cedera akibat kecelakaan kerja di sektor konstruksi informal yaitu keikutsertaan dan pemanfaatan jaminan sosial ketenagakerjaan di kalangan pekerja berupa BPJS Ketenagakerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko kecelakaan kerja dan praktik pemanfaatan jaminan sosial ketenagakerjaan pada pekerja konstruksi informal. Metode penelitian dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan memilih populasi penelitian sebanyak 168 pekerja yang dipekerjakan oleh 7 pemborong konstruksi informal di wilayah Kelurahan Teluk Lerong Ulu Kota Samarinda. Pengumpulan data dilakukan pada semua populasi (total sampling) di bulan Oktober-Desember 2024 menggunakan kuesioner dengan pertanyaan tertutup. Data yang terkumpul selanjutnya diolah dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif disertai narasi penjelasan dari setiap tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah kecelakaan yang dialami pekerja sebanyak 33,3% dengan jenis kecelakaan seperti tersandung, terpukul terjatuh, dan tersetrum yang mengakibatkan 11% pekerja tidak bekerja 4-10 hari. Sebagian besar pekerja selalu bekerja lembur, menggunakan peralatan kerja manual, memiliki tugas yang selalu berganti, dan berpengalaman di bidang konstruksi. Pekerja yang sudah terdaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sebanyak 2% dan hanya 1% yang memanfaatkan layanannya.
Copyrights © 2025