Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas fisik silase pemi rumput kume (sorghum plumosum var. timorenese) dengan penambahan level mikroorganisme lokal (MOL) yang berbeda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan 5 ulangan. Perlakuan yang diterapkan yaitu P0= rumput kume + filtra tabu sekam padi (FASP); P1= P0 + 40 ml MOL, P2= P0 + 80 ml MOL, P3= P0 + 120 ml MOL. Variabel yang diukur adalah kualitas fisik meliputi pH, tekstur, warna, aroma dan jamur. Kualitas fisik diamati menggunakan petunjuk skor uji organoleptik dari 15 orang panelis. Data organoleptik dianalisis menggunakan Kruskal-Wallis Test, pH diamati menggunakan pH meter dan datanya dianalisis menggunakan Analisis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil analisis statistik menunjukan perlakuan berpengaruh sangat nyata (P0,001) terhadap variabel pH, warna dan jamur. Sedangkan tekstur dan aroma memberikan hasil yang sama. Disimpulkan bahwa dengan meningkatnya level mikroorganisme lokal (MOL) memberikan pengaruh yang baik terhadap kualitas fisik silase pemi rumput kume yaitu terjadi penurunan nilai pH, perubahan warna dan silase tidak berjamur sedangkan tekstur dan aroma sama untuk semua perlakuan. Penambahan level MOL 40 ml dalam pembuatan silase pemi rumput kume (sorghum plumosum var. timorenese) menghasilkan kualitas fisik silase pemi terbaik.
Copyrights © 2024