Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pendidikan orang basudara sebagai bentuk pendidikan Islam multikultural di sekolah. Peneliti menggunakan tipe penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Sebagai subjek penelitian yaitu tenaga pendidik agama Islam. Teknik pengumpulan data yang dipakai pada penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi serta menggunakan analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Maluku sebelumnya hidup penuh kedamaian, saling toleransi, menyayangi, dan hidup rukun, akan tetapi berawal dari konflik tahun 1999 sehingga terjadi segregasi yang luar biasa baik segregasi geografis, mental dan pemikiran. Sehingga implementasi pendidikan orang basudara sebagai bentuk pendidikan Islam multikultural di Sekolah dilakukan dengan pertukaran tenaga pendidik, pekan olahraga dan seni bersama, dan kemah bersama antara SMPN 9 Ambon dan SMPN 21 Maluku Tengah yang telah diagendakan setiap tahunnya. Program ini mampu menyembuhkan luka di masa lalu, memberikan pengalaman hidup orang basudara bagi peserta didik dan mengatasi segregasi yang terjadi pada dunia pendidikan yang berlandaskan tiga prinsip pendidikan Islam multikultural yang memiliki prinsip demokrasi, kesetaraan, dan keadilan, berorientasi pada kemanusiaan, kebersamaan, dan kedamaian, dan mengembangkan sikap mengakui, menerima dan menghargai keragaman budaya.
Copyrights © 2025