Jurnal Online Baradha
Vol. 20 No. 4 (2024): Vol 20 No.4 (2024)

Relevansi Simbolisme Wayang dan Keterampilan Dalang Tentang Hakikat serta Hubungannya Kawula-Gusti dalam Serat Suluk Wirasat

Azizah, Kharisma Aulia Nur (Unknown)
Pratama, Satriya Ardhi (Unknown)



Article Info

Publish Date
19 Apr 2025

Abstract

Wayang kulit adalah bentuk seni dan kebudayaan tertua di pulau Jawa, khususnya di Indonesia secara umum. Pada awalnya, seni wayang kulit merupakan bentuk penghormatan terhadap agama lokal yang mencakup dimensi spiritual yang bersatu dengan estetika budaya. Dimensi spiritual dalam wayang kulit terkait dengan pelaku seni tersebut, terutama masyarakat yang menjadi pencetus kebudayaan wayang, yaitu seniman dan penikmat wayang. Kedudukan sosial dan keagamaan seniman serta penikmat wayang memiliki pengaruh yang signifikan dalam karakteristik pertunjukan wayang kulit. Di Jawa, wayang kulit memiliki dimensi spiritualitas Islam yang menyatu dengan budaya Kejawen, sehingga ekspresi keislaman dalam wayang masuk ke dalam kebudayaan Jawa yang "asli", dan melahirkan spiritualitas keislaman yang tidak konvensional.Simbol dan perbuatan dalam pertunjukan wayang telah lama dikenal oleh penggemar wayang. Salah satu karya sastra Jawa yang sangat terkenal adalah Serat Suluk Wirasat. Karya ini ditulis oleh seorang sufi Jawa bernama Sunan Kalijaga. Serat Suluk Wirasat membahas makna kehidupan dan ajaran sufi. Salah satu tema penting yang ditekankan dalam karya ini adalah perumpamaan antara makhluk dan Sang Pencipta. Dalam perumpamaan ini, makhluk diibaratkan sebagai wayang, sementara Sang Pencipta diibaratkan sebagai dalang. Wayang dan dalang merupakan simbolisme yang sangat penting dalam budaya Jawa. Wayang merupakan boneka kayu yang digunakan dalam pertunjukan wayang kulit, sedangkan dalang adalah orang yang mengendalikan boneka tersebut dan mengatur alur ceritanya. Perlu diketahui bahwasanya, perumpamaan makhluk dan Sang Pencipta dalam Serat Suluk Wirasat juga mengajarkan tentang pentingnya untuk mengenal diri sendiri dan memperbaiki diri. Dalam Serat Suluk Wirasat, wayang diibaratkan sebagai manusia yang memiliki kekurangan dan kesalahan, dan Sang Pencipta diibaratkan sebagai dalang yang selalu memberikan arahan dan pengampunan. Kata kunci : Simbolisme, Wayang & Dalang, Suluk Wirasat

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

baradha

Publisher

Subject

Arts Humanities Education Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

JOB (Jurnal Online Baradha) is an open access journal published by the Javanese language and Literature Education Study Program, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Surabaya. First published issue of Volume 1 No 1 in 2009 with 1 article in it. JOB: Jurnal Online Baradha is published ...