Penelitian ini bertujuan untuk memetakan persebaran spasial kantor desa dan objek wisata di Provinsi Jawa Tengah menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG), serta menganalisis hubungan spasial antara kedua entitas tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan analisis spasial berbasis SIG menggunakan perangkat lunak QGIS. Data yang dianalisis mencakup koordinat lokasi kantor desa dan objek wisata, yang kemudian diolah secara visual dan statistik, termasuk uji autokorelasi spasial global menggunakan indeks Moran's I. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persebaran kantor desa cukup merata dengan variasi rendah, sedangkan objek wisata menunjukkan variasi tinggi dan persebaran yang tidak merata. Nilai Moran’s I sebesar 0,17 dengan p-value 0,001 menunjukkan adanya autokorelasi spasial positif yang signifikan, mengindikasikan pola klasterisasi antara lokasi fasilitas pemerintahan dan objek wisata. Temuan ini memberikan dasar strategis bagi perencanaan pembangunan wilayah yang lebih merata dan berkelanjutan berbasis data geospasial.
Copyrights © 2025