Diare merupakan penyakit yang di tandai dengan perubahan bentuk dan konsitensi tinja serta bertambahnya frekuensi buang air besar dari biasanya hingga 5 kali atau lebih dalam sehari. Kandungan air dalam tinja lebih banyak dari biasanya. Diare juga masih menjadi salah satu masalah kesehatan di dunia dan menjadi penyebab utama kesakitan dan kematian anak didunia dan menjadi penyebab kematian kedua setelah peneumonia pada anak balita dibawah lima tahun. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode cross-sectional dan uji Chi– Square dengan hasil berupa analisa univariat dan analisa bivariat. Dengan menggunakan teknik probability sampling. Populasi pada penelitian ini adalah balita umur 1-5 tahun yang terkena diare di Wilayah Kerja Puskesmas Bakam Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 56 orang dengan teknik menghitung menggunakan rumus Slovin. Berdasarkan hasil dari uji statistik yang berhubungan dengan kejadian diare tingkat pengetahuan ibu (p- value 0,001 < 0,05 ), riwayat asi eksklusif ( p- value 0,001 < 0,05 ) dan kebiasaan mencuci tangan ( p- value 0,004 < 0,05 ) yang artinya terdapat suatu hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu, riwayat ASI eksklusif dan kebiasaan mencuci tangan dengan kejadian diare pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Bakam tahun 2024.
Copyrights © 2025