Pelayanan farmasi klinik merupakan pelayanan langsung yang diberikan apoteker kepada pasien dalam rangka meningkatkan efek terapi dan meminimalkan resiko terjadinya efek samping karena obat, untuk tujuan keselamatan pasien (Patient safety) sehingga kualitas hidup pasien (quality of life) terjamin. Peran tenaga kefarmasian sangat penting untuk keberhasilan pengobatan pasien, jika pasien mendapatkan pelayanan yang baik maka proses pengobatan pasien juga akan berjalan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan pelayanan farmasi klinik pada pasien rawat inap di instalasi rawat inap Rumah Sakit X Bandar Lampung dengan menggunakan lembar pengumpulan data. Metode penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan quota sampling dengan jumlah 100 sampel. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelayanan farmasi klinik yang diterapkan di instalasi rawat inap yaitu pengkajian dan pelayanan resep dilakukan pada 100 pasien (100%), penelusuran riwayat penggunaan obat dilakukan pada 100 pasien (100%), rekonsiliasi obat tidak dilakukan sama sekali (0%), Pelayanan Informasi Obat (PIO) dilakukan pada 5 pasien (5%), konseling dilakukan pada 7 pasien (7%), visite dilakukan pada 12 pasien (12%), Pemantauan Terapi Obat (PTO) dilakukan pada 12 pasien (12%).
Copyrights © 2025