kontemporer Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan studi diskursus, artikel ini menelaah bagaimana penulis novel menggambarkan dan membentuk identitas nasional melalui narasi, karakter, dan setting yang digunakan dalam karya mereka. Penelitian ini memilih beberapa novel kontemporer yang dipublikasikan setelah era Reformasi, seperti karya-karya Ahmad Tohari, Dewi Lestari, dan Eka Kurniawan. Melalui analisis tekstual, penelitian ini menemukan bahwa identitas nasional Indonesia seringkali digambarkan dalam konteks perbedaan sosial, etnis, dan politik yang beragam. Selain itu, novel-novel tersebut juga mengungkapkan tantangan dalam mempertahankan kesatuan bangsa di tengah keberagaman yang ada. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penulis menggunakan sastra sebagai sarana untuk mengeksplorasi dan mendiskusikan konstruksi identitas nasional Indonesia yang terus berkembang.
Copyrights © 2024