Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kepercayaan masyarakat dalam upacara “rambu solo” di Tana Toraja. Pelaksanaan upacara ini sangat mahal karena banyaknya hewan (kerbau dan babi) yang dikorbankan dan lamanya hari pelaksanaan upacara. Hal tersebut merupakan sesuatu yang unik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang mewawancarai satu informan untuk mendapatkan data dan sekaligus mengobservasi pelaksanaan upacara rambu solo di Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses atau tahap-tahap dalam acara rambu solo ini perlu diperhatikan agar kebijaksanaan budaya lokal dalam upacara Rambu Solo’ ini tetap terjaga. Upacara ini dianggap sakral dan merupakan kepercayaan. Setiap kegiatan manusia selalu memiliki maksud dan tujuan yang ingin dicapai, termasuk di dalamnya adalah kegiatan keagamaan.
Copyrights © 2025