Latar belakang: Gangguan muskuloskeltal termasuk LBPNS merupakan penyebab disabilitas utama global. Peningkatan LBPNS berdampak pada peningkatan disabilitas dan turunnya produktifitas seseorang. CSE mengurangi nyeri melalui aktivasi otot-otot trank. Sedangkan FE merupakan salah satu metode intervensi yang direkomendasikan dalam mengatasi nyeri punggung bawah dan leher . Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh CSE dan FE terhadap derajat nyeri LBPNS di Puskesmas Godean 1. Metode : Penelitian ini bersifat quasi eksperimen dengan two group pre and post test design yang dilakukan pada bulan Januari-Februari 2025 dengan total sampel berjumlah 22 pasien LBPNS di Puskesmas Godean 1 yang memenuhi kriteria inklusi dan terbagi menjadi 2 kelompok. Kelompok A mendapat perlakuan CSE dan kelompok B mendapatkan perlakuan FE selama 4 minggu. Pengukuran nyeri dilakukan dengan Visual Analogue Scale (VAS) sebelum dan setelah intervensi selama 4 minggu. Hasil: Uji hipotesis I dan II menggunakan paired sample t-test menunjukan CSE dan FE efektif terhadap penurunan derajat nyeri LBPNS (p=0,00). Uji hipotesis III dengan independent sample t-test menunjukan terdapat perbedaan efektiftas antara CSE dan FE terhadap penurunan derajat nyeri dimana FE lebih efektif (p=0,00). Kesimpulan: Feldenkrais Exercise lebih efektif daripada CSE dalam menurunkan derajat nyeri LBPNS di Puskesmas Godean I.
Copyrights © 2025