adikalisme merupakan salah satu ancaman serius terhadap stabilitas pendidikan dan masa depan generasi muda Indonesia. Fenomena ini bahkan mulai menyusup ke lingkungan sekolah dasar melalui berbagai jalur informasi digital dan interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mencegah radikalisme di tingkat sekolah dasar di Kota Palopo. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap guru PAI, kepala sekolah, serta siswa di beberapa SD di Kota Palopo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki peran sentral dalam membentuk karakter siswa melalui internalisasi nilai-nilai Islam moderat yang menekankan pada sikap toleransi, kasih sayang, serta penolakan terhadap kekerasan dan ekstremisme. Guru juga secara aktif membangun komunikasi dengan orang tua dan tokoh masyarakat, serta memanfaatkan teknologi informasi untuk menangkal penyebaran paham radikal. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan pelatihan guru dalam isu deradikalisasi dan kurangnya dukungan kurikulum yang spesifik terkait moderasi beragama. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pencegahan radikalisme di sekolah dasar sangat bergantung pada kapasitas guru PAI sebagai agen moderasi yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai keislaman yang damai dalam proses pendidikan. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi dan dukungan sistemik terhadap guru PAI sangat diperlukan untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang toleran dan inklusif
Copyrights © 2025