Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan bentuk sinergi antara guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan guru Bimbingan Konseling (BK) dalam menumbuhkan efikasi diri siswa di MAN 3 Bantul. Fenomena yang diamati menunjukkan bahwa sebagian siswa yang berlatar belakang pondok pesantren memiliki kecenderungan merasa telah menguasai ilmu agama, sehingga cenderung menyepelekan proses pembelajaran formal di sekolah. Hal ini berdampak pada rendahnya efikasi diri dan minat belajar siswa, terutama dalam mata pelajaran Akidah Akhlak. Desain/metode – Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan desain studi kasus, yang menggali proses kolaborasi antara guru PAI dan BK serta efektivitas strategi yang diterapkan dalam konteks pendidikan madrasah. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan – Temuan penelitian menunjukkan bahwa sinergi antara guru PAI dan BK mampu memberikan pengaruh positif terhadap penguatan efikasi diri siswa, dengan adanya berbagai program kolaboratif yang berbasis spiritual dan psikologis. Faktor pendukung sinergi antara lain komunikasi yang terbuka, antusiasme siswa, serta komitmen guru, sedangkan kendala utama mencakup keterbatasan anggaran dan beban kerja guru.
Copyrights © 2024