Jurnal Legislasi Indonesia
Vol 12, No 4 (2015): Jurnal Legislasi Indonesia - Desember 2015

FRIKSI PENGUJIAN UNDANG-UNDANG DENGAN PEMBENTUKAN UNDANG-UNDANG (URGENSI MEMBUKA PINTU ALTERNATIF DALAM PENGUJIAN UNDANG-UNDANG) (JUDICIAL REVIEW FRICTION BY LAW MAKING (THE URGE OF PROVIDING ALTERNATIVE ACCESS OF JUDICIAL REVIEW))

Utomo, Nurrahman Aji (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Nov 2018

Abstract

Friksi hubungan Pengujian Undang-Undang dengan Pembentukan Undang-Undang lahirdalam bentuk samar dan semu dengan ketiadaan mekanisme tindak lanjut. Hal tersebutditengarai dengan lahirnya anomali Putusan Pengujian Undang-Undang sebagai improvisasiuntuk menyikapi ketiadaan mekanisme pelaksanaan Putusan Pengujian Undang-Undang.Sementara itu, pasca putusan Pengujian Undang-Undang norma hidup dalam kertas dan sulitmempunyai kekuatan mengikat. Penguatan norma, salah satunya dengan membedakankekuatan mengikat norma antar para pihak dan mengikat umum. Sejalan dengan itu upayauntuk mereduksi friksi di antara keduanya dilakukan dengan melengkapi pintu alternatifdalam Pengujian Undang-Undang. Sedangkan, integrasi analisa dampak, manfaat dan biayadalam proses Pembentukan Undang-Undang merupakan pelengkap dalam mekanisme tindaklanjut putusan Pengujian Undang-Undang.

Copyrights © 2015






Journal Info

Abbrev

jli

Publisher

Subject

Law, Crime, Criminology & Criminal Justice

Description

Jurnal Legislasi Indonesia merupakan jurnal ilmiah yang memuat artikel-artikel hasil penelitian, kajian dan pemikiran dalam bidang pembentukan peraturan perundang-undangan. Dikelola dan diterbitkan oleh Direktorat Pengundangan, Penerjemahan, dan Publikasi Peraturan Perundang-undangan, Direktorat ...