Mayoritas masyarakat di Kampung Cipicung, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi masih mengikuti kebiasaan masyarakat terdahulu yang diwariskan dari nenek moyangnya, yaitu bertani. Ada beberapa tahap ritual upacara pada saat sebelum proses penanaman padi hingga selesai panen, salah satunya yaitu pembacaan mantra pada saat ritual tertentu (ketika menanam padi). Mantra tersebut di kampung Cipicung dikenal dengan nama mantra Sri Pohaci. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur teks mantra Sri Pohaci pada Tradisi Sangar masyarakat Kampung Cipicung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan, dengan wawancara, observasi, dan pencatatan dilakukan dalam upaya mengalihbahasakan teks mantra dari lisan menjadi bentuk tulisan, strategi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian etnografi untuk mendapatkan deskripsi tentang jalannya tradisi Sangar dan pembacaan mantra Sri Pohaci. Ada enam mantra dalam mantra sri pohaci, mantra ngukus, mantra tandur , mantra nyawen, mantra mitemeyan, mantra babak salira dan mantra pertobat, Struktur mantra sripohaci, terdiri dari unsur judul, unsur pembuka, unsur sugesti dan unsur tujuan.
Copyrights © 2022