Jurnal Serambi Ilmu
Vol. 26 No. 1 (2025): Jurnal Serambi Ilmu

Rehabilitasi Sosial Sebagai Upaya Pendidikan Informal dan Nonformal Bagi Pelaku Klithih di Yogyakarta

Ida Wahyuningtyas Ida (a:1:{s:5:"en_US"
s:53:"Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa “APMD”"
})

Adji Suradji Muhammad (Ilmu Pemerintahan, Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa "APMD", Yogyakarta)



Article Info

Publish Date
30 Mar 2025

Abstract

Klithih merupakan kejahatan jalanan yang marak terjadi di Kota Pelajar Yogyakarta akhir-akhir ini. Pelaku klitih yang mendapat putusan pengadilan untuk menjalani rehabilitasi sosial tetap dilindungi oleh Undag-Undang  dan mepmeroleh hak-haknya sebagai anak. Rehabilitasi sosial Anak yang berhadapan dengan Hukum (ABH) bertujuan agar mampu melaksanakan fungsi sosialnya secara wajar dalam kehidupan Masyarakat, sehingga Upaya pendidikan informal dan nonformal dilakukan dalam proses tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana. Balai PRSR melakukan upaya pendidikan dalam mempersiapkan remaja ABH dalam mendukung kepulihannya dan mempunyai komptensi khusus sebagai bekal kembali ke masyarakat. Dengan menggunakan pendekatan penelitian eksploratif dan di dukung dengan data yang akurat baik berdasarkan hasil wawancara, studi dokumentasi dan observasi partisipan diperoleh hasil sebagai berikut; Kegiatan pendidikan informal yang dilakukan berupa therapi fisik, mental, spiritual dan psikososial dengan beberapa tenaga ahli dan instruktur yang berkomepten dalam bidangnya. Sedangkan pendidikan nonformal yang telah dilakukan adalah dalam bentuk ketremapilan vokasional berupa ketrampilan las, montir motor, menjahit, sablon dan kerajinan kayu. Bentuk kegiatan berbagai ketrampilan tersebut dialnjutkan dengan pelatihan Praktek Belajar Kerja di tempat yang telah ditentukan. Faktor pendukung berupa telah terciptanya collaborative governance antar instnasi terkait dan tersedinaya instruktur yang ahli dalam bidangnya. Faktor penghambat dalam rehabilitasi sosial sebagai upaya pendidikan informal dan nonformal bagi pelaku Klitih di Yogyakarta adalah kurangnya dukungan keluarga, tekanan tema sebaya dan stigma masyarakat. Oleh karena itu, sangat diperlukan pendampingan yang kuat antara instansi Dinas Sosial Kabupaten / Kota, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Kepolisian, Tokoh Masyarakat dan Balai Pemasyarakatan (BAPAS) dalam menyiapkan, membimbing, mendampingi dan mengedukasi keluarga akan pentingnya perhatian kepada remaja, sehingga lingkungan remaja manjadi pendukung kepulihan. Katakunci; rehabilitasi,l social, pendidikan, informal, nonformal

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

serambi-ilmu

Publisher

Subject

Education

Description

Serambi Ilmu will published an orginil manuscript sourced from research results, conceptual ideas, studies and application of theory or literature review that has never been sent or published in other journals anywhere. The scope of the fields contained in Serambi Ilmu Journal covers the following ...