Latar belakang Kemampuan guru dalam mengasesmen anak didiknya menjadi dasar pengajaran yang tepat bagi mereka, terutama kepada anak berkebutuhan khusus pada jenjangan PAUD inklusi. Kemampuan melakukan asesmen terhadap mereka akan mempermudah pada tenaga pendidik khususnya guru dalam menerapkan metode pembelajaran yang tepat, dan intervensi yang sesuai pada khsusunya bagi anak-anak dengan hambatan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kepraktisan atas sebuah instrumen asesmen diagnostik yang dikembangan di tahun 2024 oleh mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Medan. Instrumen yang dikembangkan bertujuan untuk mengukur kategori anak dengan hambatan Gangguan Spektrum Autisme pada jenjangan PAUD inklusi pada wilayah Deli Serdang. Metode penelitian: Penelitian dilakukan kepada tiga buah PAUD inklusi dengan jumlah anak dengan hambatan belajar sebanyak 2 orang per PAUD. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan metode olah data menggunakan metode UAT (User Accpetance Test), yaitu dengan mengukur jumlah skor atas uji kepraktisan instrumen kepada 3 PAUD dan dikalikan 100 %. Hasil penelitian: Hasil olah data didapatkan sebesar 92,52 %, dengan hasil uji kepraktisan ‘sangat praktis’. Kesimpulan: Mengawali pembelajaran awal semester dengan melakukan pengukuran menggunakan instrumen asesmen diagnostik yang telah dikembangkan, mampu membantu pihak guru dan sekolah dalam memilih metode belajar, kelas berdifferensiasi dan keputusan atas diterima atau tidaknya anak didik berkebutuhan khusus tersebut.
Copyrights © 2024