Dinas Kesehatan Sulawesi Tenggara menggambarkan prevalensi anemia sebesar 67,3%, antara lain disebabkan oleh asupan gizi yang masih rendah. Jenis penelitian yang dilakukan adalah Kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah 8 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan pengukuran kadar hemoglobin dengan jumlah sampel 7 responden. Pada penelitian ini sampel yang digunakan terdiri dari darah EDTA untuk mengukur kadar hemoglobin dan serum petani padi untuk mendeteksi mutasi gen TMPRSS 6. Hasil penelitian mutasi gen TMPRSS 6 pada petani yang memiliki kadar hemoglobin rendah di Puskesmas Uepai adalah genotipe CC (0%). Genotipe CT (57%) terdapat pada sampel 1, 2, 3 dan 7 ditandai dengan munculnya pita berukuran 331 bp, 225 bp dan 151 bp. Genotipe TT (42.85%) terdapat pada sampel 4, 5 dan 6 yang ditandai dengan muncul pita berukuran 331 dan 151 bp. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semua petani padi yang memiliki kadar hemoglobin rendah membawa alel T yang merupakan faktor resiko terjadinya anemia. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan sekuensing DNA untuk mengetahui jenis mutasi DNA gen TMPRSS 6 yang terjadi.
Copyrights © 2023