Lingkungan berperan dalam mengatur kondisi atau mencegah pertumbuhan karena berada di luar ranah potensi dan kemampuan genetik seseorang. Makhluk hidup, benda mati, dan budaya manusia dapat digunakan sebagai sumber belajar untuk membantu anak-anak belajar dan terlibat dalam kegiatan belajar secara lebih efektif. Ketika lingkungan digunakan sebagai sumber belajar di taman kanak-kanak, anak-anak dihadapkan pada situasi dan kondisi dunia nyata, seperti pola cuaca, yang membuat pembelajaran mereka lebih otentik dan nyata. Belajar di lingkungan sekitar anak memiliki dampak positif yang besar pada perkembangan kognitif mereka. Anak-anak dapat mengadopsi sikap (afektif) yang mendorong empati, toleransi, dan rasa hormat kepada orang lain di lingkungan sekitar mereka. Melalui pembelajaran di lingkungan, pendidikan semacam itu akan meningkatkan bakat psikomotorik mereka dengan mendorong pandangan sosial pada masyarakat. Dengan berpartisipasi dan mengamati kegiatan, misalnya, anak-anak dapat langsung mengetahui dan merasakan sesuatu. Oleh karena itu, anak-anak yang diajari tentang pendidikan sosial dan kemasyarakatan akan menjadi orang yang bijaksana. Kepribadian semua orang dari semua latar belakang sosial akan dipahami oleh anak-anak. Anak-anak yang memahami hal ini akan melihat keagungan Allah SWT dan tumbuh dalam penghargaan kepada-Nya karena telah menciptakan manusia dengan tradisi sosial yang beragam.
Copyrights © 2023