Tulisan ini menfokuskan diri pada tantangan dan respon pesantren dalam era informasi. Berawal dari asumsi pesantren sebagai subkultur yang menyaring berbagai unsur luar yang tampak lebih dominan dalam rangka menjamin keutuhan Islam. Karakter seperti inilah yang menjadi alasan kenapa pesantren bisa eksis dalam kurun waktu yang sangat panjang. bisa disimpulkan bahwa pesantren saat ini sedang mengalami “kesenjangan budaya†(cultural) di saat berinteraksi dengan internet. Hal ini terbukti dari kompleksitas respon pesantren terhadap internet dan adanya arus digitalisasi pesantren yang susah dibendung.Kata Kunci: Pesantren, Cultural Lag, Internet.
Copyrights © 2013