ABSTRAK Budidaya tanaman holtikultura merupakan suatu rangkaian kegiatan pertanian dari awal penanaman hingga proses pemanenan. Berbeda dengan penanaman holtikultura yang di tanam di lahan persawahan, penanaman holtikultura ini penulis tanam pada media polibek yang tidak memerlukan lahan yang sangat luas. Sebab di sini penulis ingin memanfaatkan lahan pekarangan warga yang sangat luas tapi tidak di tanami apa-apa. Karena lahan pekarangan di sini yaitu di desa Jatikalen hanya di biarkan begitu saja tanpa ada pemanfaatan yang maksimal. Selain bisa memanfaatkan lahan pekarangan rumah yang kosong, penanaman tanaman holtikultura ini juga bisa menambah penghasilan warga jika tanaman holtikultura ini panen. Dari uraian diatas timbul rumusan masalah: 1. Bagaimana kondisi masyarakat des jatikalen dalam mengolah lahan dilingkungan sekitar sebelum ada pendampingan 2. Kegiatan apa saja yang dilakukan untuk mendukung tewujudnya masyarakat yang berdaya dan mandiri dibidang mengolah lahan kosong untuk meningkatkan taraf ekonomi 3. Bagaimana kondisi masyarakat desa jatikalen setelah ada pendampingan terutama dibidang ekonomi. Setelah diadakan pendampingan diperoleh kesimpulan: 1. Kondisi masyarakat desa jatikalen sebelum pendampingan meskipun semangat mencari nafkah akan tetapi penghasilan masih kurang 2. Bentuk kegiatan pendampingan yang dilakukan meliputi pengolahan lahan kosong disekitar lingkungan rumah melalui budidaya tanaman holtikultura melalui pemberian materi dan pelatihan 3. Setelah program pendampingan selesai, muncul kepercayaan masyarakat akan potensi diri secara ekonomi sehingga melahirkan tenaga pekerja baru dan lapangan kerja baru serta meningkatkan penghasilan ekonomi Kata kunci: optimalisasi lahan, tanaman holtikultura dan nilai jual
Copyrights © 2024