Masyarakat Jawa dikenal religius dengan tradisi budaya yang beragam, mulai dari harian hingga tahunan. Dalam pandangan Geertz, agama merupakan bagian dari sistem kebudayaan, dan budaya sendiri adalah pola perilaku yang mengatur kehidupan manusia. Islam yang datang ke Nusantara membawa kedamaian dan berinteraksi dengan kepercayaan lokal seperti animisme, Hindu, dan Budha, sehingga melahirkan bentuk Islam yang beragam. Pendampingan ini mengkaji interaksi Islam dan Hindu-Bali dalam budaya lokal melalui proses akulturasi dan asimilasi, serta memaknai Islam sebagai sistem simbolik. Studi kasus dilakukan di Dusun Nglarangan, Desa Bajulan, Kabupaten Nganjuk, menggunakan pendekatan kualitatif dan studi kasus mendalam. Fokus utama adalah komitmen religius masyarakat dalam pergumulan budaya dengan keislaman. Hasilnya diharapkan memberikan pemahaman tentang proses panjang pertemuan antara Islam dan nilai-nilai lokal yang membentuk dinamika budaya masyarakat.
Copyrights © 2025