Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena dikotomi religiusitas dan penyimpangan sosial remaja di Desa Limbangan, Kecamatan Bnayuputih, Kabupaten Batang. Religiusitas umumnya dipahami sebagai tingkat penghayatan dan pengamalan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Namun, di Desa Limbangan, terdapat fenomena menarik di mana sebagian remaja menunjukkan perilaku religius yang kuat tetapi juga terlibat dalam tindakan-tindakan yang menyimpang dari norma sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi munculnya dikotomi ini, antara lain pengaruh lingkungan sosial, keluarga, pergaulan, serta media. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun remaja memiliki kesadaran religius yang tinggi, tekanan dari lingkungan sosial dan pergaulan dapat memicu terjadinya penyimpangan perilaku sosial. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan komunikasi yang efektif dan penguatan peran komunitas serta lembaga pendidikan agama untuk mencegah dan mengatasi fenomena ini.
Copyrights © 2005