Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi kesalahan siswa dalam operasi perkalian dengan menerapkan metode perkalian latis. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah 24 siswa yang dipilih secara purposive. Penelitian dilaksanakan di kelas VII dari salah satu SMP di Parepare. Tahun ajaran 2018/2019. Intrumen penelitian yang digunakan terdiri atas lembar observasi, soal tes, dan angket. Desain PTK menggunakan model Kemmis dan Tanggart yang meliputi perencanaan, tindakan/pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Skor rata-rata hasil tes matematika siswa setelah pemberian tindakan pada siklus I adalah 58,33 dari skor ideal 100 dan sebanyak 15 siswa yang melakukan kesalahan dalam operasi perkalian. Sedangkan skor rata-rata hasil tes matematika siswa setelah pemberian tindakan pada siklus II adalah 80,83 dari skor ideal 100 dan sudah tidak ada lagi siswa yang melakukan kesalahan. Kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal operasi perkalian bilangan bulat dan bilangan pecahan desimal terdapat tiga aspek kesalahan yaitu kesalahan dalam memahami konsep, kesalahan proses penyelesaian, dan kesalahan penarikan kesimpulan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan metode latis dapat mengurangi kesalahan siswa dalam operasi perkalian ditinjau dari kemampuan awal siswa SMP di Parepare
Copyrights © 2021