Etnomatematika merupakan salah satu bentuk matematika yang berbasis pada budaya. Salah satu konteks yang dekat dengan siswa adalah konteks budaya, seperti keranjang penampi yang berpotensi sebagai konteks pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pembelajaran lintasan dengan menggunakan pendekatan RME dengan nampan sebagai konteks untuk membantu siswa memahami hubungan antara titik pusat dan titik sudut keliling lingkaran. Penelitian ini menggunakan metode desain penelitian jenis studi validasi yang meliputi tiga tahap yaitu desain awal, eksperimen, dan analisis retrospektif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 3 tahap utama, (1) Desain awal, pada tahap ini peneliti menyusun Hypothetical Learning Trajectory (HLT) dan menghasilkan tiga unsur yaitu tujuan pembelajaran, aktivitas pembelajaran, dan hipotesis atau asumsi. (2) Desain eksperimen, pada tahap ini melibatkan 2 siklus yaitu, validasi HLT yang menghasilkan 6 kegiatan berupa, membuat sketsa lingkaran sederhana, mengidentifikasi titik pusat sudut dan sudut sekeliling lingkaran, menggambar titik pusat sudut dan sudut sekeliling pada kertas dengan dua warna yang berbeda, mengukur besar titik pusat sudut dan sudut sekeliling, menentukan hubungan antara keduanya dan menyelesaikan dua soal terkait, siklus berikutnya pengujian dilakukan oleh 16 siswa kelas IX MAN 2 Sungai Penuh. (3) Analisis retrospektif, dari hasil perbandingan dugaan pada tahap awal dengan data yang terjadi di lapangan, menunjukkan bahwa HLT yang dikembangkan oleh peneliti dapat diterima dan dengan mudah dipahami oleh siswa.
Copyrights © 2025