Pasien yang telah terdiagnosis sindrom koroner akut (SKA) memiliki resiko tinggi untuk mengalami kekambuhan penyakit dan perawatan ulang. Agar terhindar dari hal tersebut, pasien SKA harus memiliki pengetahuan yang baik mengenai faktor risiko dan menerapkan perilaku hidup sehat SKA. Penelitian ini bertujuan untuk megeksplorasi pengetahuan terhadap faktor risiko dan perilaku pasien SKA. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif terhadap 12 pasien SKA yang dipilih menggunakan pendekatan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam menggunakan pendekatan semistruktur. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan metode analisis tematik. Dua tema yang didapatkan yaitu: 1) menganggap penyakit berasal dari perilaku, emosi, dan fisik yang sakit disusun dari 3 subtema, (a) perilaku yang tidak sehat, (b) tekanan pada pikiran, dan (c) komplikasi penyakit lain; 2) merubah gaya hidup dan memantau status kesehatan dibentuk dari 5 subtema, (a) mempertahankan kebugaran tubuh, (b) memantau status kesehatan, (c) merubah pola makan, (d) manajemen stress, dan (e) menghindari aktifitas yang dapat menimbulkan kelelahan. Hasil penelitian menjelaskan bahwa pasien tidak mampu mengidetifikasi faktor risiko dan menerapkan perilaku hidup sehat SKA secara keseluruhan. Hal ini menunjukkan pentingnya petugas kesehatan untuk memberikan pendidikan kesehatan kepada pasien mengenai faktor risiko dan pola hidup sehat SKA termasuk materi tentang resiko mengalami kekambuhan dan perawatan ulang.
Copyrights © 2019