Dismenore merupakan nyeri yang terjadi pada saat menstruasi, dismenore terjadi pada perut bagian bawah dan punggung biasanya terasa seperti kram. Di Indonesia angka kejadian dismenore sebanyak 54,89% dismeore primer dan 9,36% dismenore sekunder. Salah satu cara untuk mengatasi dismenore ini dengan pemberian air kelapa hijau. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian air kelapa hijau terhadap penurunan nyeri haid (dismenore) pada mahasisiwi STIKes dan AKFAR Ranah Minang Padang tahun 2018. Desain penelitian ini menggunakan quasi ekperimen dengan rancangan one group pre test design. Dengan populasi 152 mahasiswi, sampel 9 responden, teknik pengambilan sampel purposive sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan 29 Juni-2 Agustus 2018. Data dianalisis menggunakan uji non paramertik uji wilcoxon. Data diolah dengan komputerisasi. Hasil penelitian menunjukakan rata-rata nyeri haid mahasiswi pada hari pertama sebelum diberikan air kelapa hijau adalah 6.88 dengan standar deviasi 1.054, nilai rata-rata nyeri haid setelah diberikan air kelapa hijau 5.56 dengan standar deviasi 1.014, nilai rata-rata nyeri haid pada hari kedua sebelum diberikan air kelapa hijau 3.89 dengan standar deviasi 1.269, nilai rata-rata nyeri setelah diberikan air kelapa hijaun 2.78 dengan standar deviasi 1.093, terdapat perbedaan yang bermakna sebelum dan setelah diberikan air kelapa hijau dengan pvalue= 0.006 (p=value<0,05) adanya pengaruh pemberian air kelapa hujau terhadap penurunan nyeri haid (dismenore). Oleh karena itu direkomendasi kepada tenaga kesehatan bahwa air kelapa hijau dapat dijadikan salah satu alternatif non-farmakologi untuk mengurangi nyeri haid (dismenore).
Copyrights © 2020