Leni Tri Wahyuni
Prodi Ilmu Keperawatan STIKes Ranah Minang Padang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN AIR KELAPA HIJAU TERHADAP PENURUNAN NYERI HAID (DISMENORE) PRIMER PADA MAHASISWI SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN DAN AKADEMI FARMASI RANAH MINANG PADANG Leni Tri Wahyuni
Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah
Publisher : BPPM Politeknik 'Aisyiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dismenore merupakan nyeri yang terjadi pada saat menstruasi, dismenore terjadi pada perut bagian bawah dan punggung biasanya terasa seperti kram. Di Indonesia angka kejadian dismenore sebanyak 54,89% dismeore primer dan 9,36% dismenore sekunder. Salah satu cara untuk mengatasi dismenore ini dengan pemberian air kelapa hijau. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian air kelapa hijau terhadap penurunan nyeri haid (dismenore) pada mahasisiwi STIKes dan AKFAR Ranah Minang Padang tahun 2018. Desain penelitian ini menggunakan quasi ekperimen dengan rancangan one group pre test design. Dengan populasi 152 mahasiswi, sampel 9 responden, teknik pengambilan sampel purposive sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan 29 Juni-2 Agustus 2018. Data dianalisis menggunakan uji non paramertik uji wilcoxon. Data diolah dengan komputerisasi. Hasil penelitian menunjukakan rata-rata nyeri haid mahasiswi pada hari pertama sebelum diberikan air kelapa hijau adalah 6.88 dengan standar deviasi 1.054, nilai rata-rata nyeri haid setelah diberikan air kelapa hijau 5.56 dengan standar deviasi 1.014, nilai rata-rata nyeri haid pada hari kedua sebelum diberikan air kelapa hijau 3.89 dengan standar deviasi 1.269, nilai rata-rata nyeri setelah diberikan air kelapa hijaun 2.78 dengan standar deviasi 1.093, terdapat perbedaan yang bermakna sebelum dan setelah diberikan air kelapa hijau dengan pvalue= 0.006 (p=value<0,05) adanya pengaruh pemberian air kelapa hujau terhadap penurunan nyeri haid (dismenore). Oleh karena itu direkomendasi kepada tenaga kesehatan bahwa air kelapa hijau dapat dijadikan salah satu alternatif non-farmakologi untuk mengurangi nyeri haid (dismenore).
Hubungan Stres Akademik Dengan Siklus Menstruasi Pada Mahasiswi Yayasan Ranah Minang Padang Leni Tri Wahyuni; Wahyu Alvia Aisyara
Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah Vol. 4 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah
Publisher : BPPM Politeknik 'Aisyiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Siklus menstruasi seharusnya teratur setiap bulan dengan rentang waktu 28-35 hari setiap kali periode menstruasi, siklus menstruasi sendiri dipengaruhi oleh banyak hal salah satunya adalah stres. Stres melibatkan sistem neuroendokrinologi sehingga dapat memengaruhi siklus menstruasi, stres yang paling umum dialami oleh mahasiswi ialah stres akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stres akademik dengan siklus menstruasi pada mahasiswi. Desain penelitian adalah analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasinya semua mahasiswi di Yayasan Ranah Minang Padang 167 mahasiwi. Teknik sampling menggunakan proportional random sampling dengan sampel 63 mahasiswi. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner dan analisa data univariat ditampilkan pada tabel distribusi frekuensi dan bivariate menggunakan uji pearson chi-square. Hasil penelitian stres akademik menunjukkan (31,7%) tingkat stres akademik sedang, Siklus menstruasi didapatkan hasil (19,0%) siklus menstruasi polimenorea dan (27,0%) siklus menstruasi oligomenorea. Hasil uji statistik pearson chi-square diperoleh angka signifikan atau angka p = 0,000 < α (0,05), sehingga Ha diterima. Kesimpulan penelitian ini ada hubungan stres akademik dengan siklus menstruasi pada mahasiswi Yayasan Ranah Minang Padang. Saran penelitian ini diharapkan pihak Institusi dapat mengatur pembelajaran menjadi lebih menarik dan tidak membosankan seperti memberikan tugas dalam bentuk video, pembelajaran secara diskusi kelompok dan praktek menggunakan alat-alat sederhana yang ada dirumah, agar bisa menekan angka stres akademik yang dialami mahasiswi.