Hipertensi disebut sebagai the silent killer karena sebagian penderita tidak merasakan adanya keluhan, sehingga penderita tidak mengetahui dirinya menyandang hipertensi dan baru diketahui setelah terjadi komplikasi. Kerusakan organ target akibat komplikasi hipertensi akan tergantung kepada besarnya peningkatan tekanan darah dan lamanya kondisi tekanan darah yang tidak terdiagnosis dan tidak diobati. Organ-organ tubuh yang menjadi target antara lain otak, mata, jantung, ginjal, dan dapat juga berakibat kepada pembuluh darah arteri perifer. Berdasarkan Riskesdas 2018 menyatakan prevalensi hipertensi berdasarkan hasil pengukuran pada penduduk Estimasi jumlah kasus hipertensi di Indonesia sebesar 63.309.620 orang, sedangkan angka kematian di Indonesia akibat hipertensi sebesar 427.218 kematian. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengendalikan hipertensi adalah terapi air kelapa. Tujuannya untuk mengetahui efek terapi air kelapa untuk menurunkan tekanan darah. Jenis penelitian ini mendesain Ekperiment quasy. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Andalas Padang Tahun 2019. Populasi penelitian pasien Hipertensi ini, dengan sampling acidental sebanyak 30 orang. Uji statistik Paired t-test. Hasilnya diperoleh pretest mean tekanan darah pada kelompok intervensi yaitu 156,00 / 66,00 mmHg dan kelompok kontrol adalah 164,57 / 70,00 mmHg. Posttest berarti tekanan darah pada kelompok intervensi adalah 144,67 / 54,67mmHg dan kelompok kontrol adalah 162,00 / 64,00 mmHg Penelitian ini menunjukkan adanya efek terapi air kelapa untuk menurunkan tekanan darah pada orang dengan hipertensi p value = 0,000. Diharapkan perawat di Puskesmas Andalas mensosialisasikan kepada pasien hipertensi menggunakan terapi air kelapa untuk menurunkan tekanan darah.
Copyrights © 2020