Kemampuan sosialisasi adalah kesanggupan melakukan sesuatu, melalui proses tersebut seorang individu memperoleh pengetahuan. Survei awal ditemukan 4 dari 10 anak masih sulit dalam bicara, belum bisa makan sendiri, menolak dan belum mampu bermain kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dan pola asuh orang tua dengan kemampuan sosialisasi pada anak retardasi mental di SLBN 2 Padang Jenis penelitian ini deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah 62 orang dengan sampel 54 orang. Penelitian menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Pengolahan data melalui 5 tahapan yaitu editing, coding, entry, cleaning dan processing. Menggunakan teknik total sampling. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukan bahwa responden memiliki 46,3% kemampuan sosialisasi kurang baik, 42,6% dukungan sosial kurang baik dan 27,8% orang tua dengan pola asuh kurang baik. Uji statistik disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial (p = 0,022) dan pola asuh (p = 0,036) dengan kemampuan sosialisasi pada anak retardasi mental di SLBN 2 Padang. Diharapkan sekolah, orang tua dan tenaga kesehatan meningkatkan program bimbingan konseling dengan memberikan pengarahan kepada orang tua anak dengan retardasi mental tentang dukungan sosial dan pola asuh yang baik agar tercapai apa saja kemampuan sosialisasi yang seharusnya bisa dilakukan anak retardasi mental di rumah dan di sekolah.
Copyrights © 2020