Beasiswa diartikan sebagai bantuan finansial yang diberikan kepada mahasiswa yang berprestasibaik dibidang akademik maupun non-akademik dan mahasiswa yang mengalami keterbatasan ekonomi. Seleksi penerima beasiswa masih dilakukan secara konvensional yaitu dilakukan oleh karyawan dan keputusan pembuat dalam hal ini dilakukan oleh Kepala perguruan tinggi, Â seleksi secara konvensional sangat dipengaruhi waktu yang terbatas dan dilakukan oleh karyawan yang merangkap pekerjaan lain, Â sehingga faktor Subjektivitas dalam pengambilan keputusan sangat besar. Seleksi beasiswa yang dilakukan seacara konvensional, memiliki kelemahan yaitu dalam melakukan seleksi dengan menggunakan banyak orang, sehingga dapat menimbulkan kesalahan dan ketidak konsistenan penilaian. Penulis menggunakan metode VIKOR sebagai perangkingan penentuan penerima beasiswa. Metode VIKOR adalah metode Multi-Criteria Decision Making (MCDM) yang bisa digunakan untuk memilih lebih dari satu kriteria. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode VIKOR dapat membantu proses seleksi dan menentukan penerima beasiswa. Selain itu, metode VIKOR bisa membuat peringkat kompromi alternatif dari sejumlah alternatif yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa VIKOR dapat diaplikasikan di program studi sebagai metode membantu pengambilan keputusan, metode VIKOR dapat membantu proses seleksi penerima beasiswa yang tepat. Selain itu, metode VIKOR bisa dapat melakukan pengurutan pemeringkatan sebagai alternatif kompromi dari sejumlah alternatif yang ada.
Copyrights © 2023