Tedc
Vol 18 No 1 (2024): JURNAL TEDC

IMPLIKASI TEORI FISIKA RELATIVITAS DAN KOSMOLOGI TERHADAP PEMAHAMAN TEOLOGI KONTEMPORER

Kurnia, Ahmad (Unknown)



Article Info

Publish Date
31 Jan 2024

Abstract

Teori Fisika tentang Relativitas membuka pemahaman baru fisika dan kosmologi. Sejak dimulai peradaban manusia, bahasan tentang kosmologi selalu terkait dengan aspek teologi atau ketuhanan. Teori awal kosmoslogi adalah Geosentris, bahwa bumi sebagai pusat kosmos dan alam semesta diciptakan seketika oleh Tuhan. Pemahaman dan Tafsir klasik Kitab Suci agama Abrahamik dinilai sejalan dengan teori Geosentris. Teori Heliosentris – Matahari sebagai pusat kosmos muncul abad ke 16 menggeser faham Geosentris. Faham Heliosentris membuat bahasan kosmoslogi lepas dari konsep-konsep teologis. Terjadilah dikotomi agama dan sains. Konsep Penciptaan kembali muncul di awal abad ke-20 setelah teori Relativitas Einstein menjadi fondasi dalam memahami kosmologi kontemporer. Tulisan ini membahas implikasi teori Relativitas dan perkembangan kosmologi terhadap pemahaman tentang Ketuhanan atau Teologi Kontemporer. Penelitian tulisan memenggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan Studi Kepustakaan (Liberary Research) dan analisis yang dikembangkan menggunakan metode analisis deskriptif, dengan konsep keterpaduan sains dan teologi. Hasil penelitian tentang relativitas bahwa ruang dan waktu besaran relatif, menjadi dasar pemahaman teori perkembangan kosmos. Sesuai Hukum Hubble, alam semesta terus berkembang dan bila dirunut mundur, alam semesta berasal dari “Dentuman Besar” sekitar 13,8 milyar tahun lalu. Sebelum dentuman besar, Volume Alam Semesta = nol , artinya belum tercipta ruang dan juga waktu, yang ada adalah “Ketiadaan”. Implikasi teori Relativitas terhadap Teologi adalah konsep ilmiah alam semesta dari “Ketiadaan” menjadi “Ada” yang bukan dari teks kitab suci, meneguhkan keyakinan akan adanya Sang Pencipta, yakni Tuhan. Kata Kunci : Relativitas, Teologi, Kosmos, Geosentris, Heliosentris, Big Bang

Copyrights © 2024