Pada sebuah perusahaan paving di kota Batu, dalam proses produksinya,ditemukan berbagai jenis produk cacat, antara lain adalah cacat pecah, bentuk tidak sempurna, dan kopong. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab cacat pada produk paving dan memberikan solusi untuk mengurangi persentase cacat. Metode yang digunakan adalah Statistical Quality Control (SQC) untuk mengontrol dan meningkatkan kualitas, serta Fault Tree Analysis (FTA) untuk memvisualisasikan analisis secara menyeluruh. Hasil analisis menunjukkan bahwa cacat pecah mendominasi produk cacat keseluruhan dengan persentase sebesar 58%. Meskipun masih dalam batas kendali, perbaikan tetap diperlukan. Faktor-faktor penyebab cacat pecah meliputi kurangnya perencanaan ruang penyimpanan yang memadai, cuaca yang tidak terkontrol di area produksi, pemilihan supplier yang tidak tepat, kesalahan pengukuran atau pencampuran oleh operator, kurangnya alat pengangkut yang sesuai, tidak adanya program pelatihan yang sistematis, dan kurangnya pemahaman tentang pengoperasian mesin. Usulan perbaikan untuk mengatasi cacat pecah adalah dengan merancang ruang penyimpanan yang efisien, menyesuaikan jadwal produksi untuk mengurangi risiko cuaca buruk, menetapkan kriteria pemilihan supplier, memberikan materi pelatihan, menambah alat pengangkut yang sesuai, dan menyusun program pelatihan yang terstruktur.
Copyrights © 2024