Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami kondisi psychological well-being pada pasangan difabel. Riset ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek pada penelitian ini merupakan pasangan suami istri penyandang tuna netra dan tuna daksa. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi. Penelitian ini menghasilkan enam temuan, yakni: pertama, subjek menerima dan bersyukur atas kerterbatasan fisik sehingga dapat percaya diri. Kedua, subjek mampu menjalin relasi positif dengan menunjukkan rasa empati dan kasih sayang kepada orang lain. Hubungan positif dilakukan pada pasangan dengan saling menerima, memahami dan melengkapi satu sama lain. Ketiga, subjek mampu bertindak mandiri dalam menyelesaikan masalah maupun dalam menghadapi tekanan sosial. Keempat, mereka mudah beradaptasi sehingga mereka dapat berpartisipasi di lingkungannya. Kelima, kedua subjek berusaha keras untuk mewujudkan tujuan hidup. Keenam, pengembangan diri juga dilakukan oleh kedua subjek yakni mengembangkan keterampilan elektronik dan merajut. Budaya orang Madura seperti tradisi perkawinan pola residensi matrilokal, pola tempat tinggal taneyan lanjheng dan karakteristik orang Madura yang ramah, mandiri serta pekerja keras menjadi pendukung dalam tercapainya psychological well-being pada subjek.
Copyrights © 2020