Generasi Z, individu yang lahir antara pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an, dan tumbuh dalam era digital dan transformasi teknologi. Mereka mengalami perubahan sosial, budaya, dan teknologi signifikan, namun menghadapi tantangan unik, termasuk dampak traumatis perselingkuhan. Penelitian ini mengeksplorasi dampak traumatis pada Gen Z sebagai korban perselingkuhan. Dengan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, penelitian memahami bagaimana pengalaman ini memengaruhi kesejahteraan psikis dan psikologis korban. Subjek penelitian, seorang perempuan dewasa awal Gen Z, mengalami trauma akibat perselingkuhan. Hasil penelitian menunjukkan dampak fisik, psikologis, dan sosial dari trauma. Gangguan fisik seperti masalah pencernaan dan penurunan nafsu makan dialami subjek. Dampak psikologis mencakup tingkat stres tinggi, kecemasan, dan perubahan suasana hati. Aspek sosial termasuk isolasi dan kesulitan membangun kembali kepercayaan. Proses pemulihan dari trauma psikologis memerlukan waktu, dengan dukungan keluarga dan teman-teman berperan penting. Penelitian menekankan pentingnya pemahaman tentang dampak traumatis perselingkuhan pada Gen Z, serta kontribusinya terhadap tantangan kesejahteraan psikis dan psikologis generasi muda era kontemporer.
Copyrights © 2024