Dalam kehidupan, mendengar adalah keterampilan pertama yang dimiliki oleh manusia sebelum mampu menguasai keterampilan yang lain. Sebelum menguasai keterampilan bicara, sebelum menguasai keterampilan membaca dan apalagi menulis. Seorang mahasiswa ketika mempelajari bahasa Arab pada jenjang perguruan tinggi harus dan mampu meningkatkan kompetensi dan keahliannya didalam mengatasi berbagai kesulitan pembelajaran istima. Menurut Rusydi Ahmad Thuaimah dalam Qami Aqid Jauhari, seseorang yang memiliki kemampuan mendengar yang baik pasti ditunjang kemampuan berikut: a) memiliki pengetahuan bahasa Arab yangbaik, tidak hanya dalam hal ilmu ashwat, kosakata dan struktur kalimat, tetapi juga aspek-aspek kebahasaan yang lain, b) memiliki pengetahuan tentang tema-tema baru bahasa Arab, c). Memiliki pengetahuan tentang tujuan atau arah apa yang dibicarakan dalam tema tersebut, d). Memiliki pengalaman yang tentang berbicara bahasa Arab, e) memiliki pengetahuan tentang bentuk-bentuk budaya yang berkaitan dengan bahasa Arab terutama yang memiliki arti khusus. Dengan demikian pembelajaran istima’ merupakan proses yang kompleks. Sehingga membutuhkan keseriusan dalam mendesain pembelajarannya secara inovatif. Inoasi-invoasi pembeljaran istima’ sangat penting dilakukan karena secara umum maharah istima’ hanya dilakukan dengan membacakan teks, atau memperdengarkan teks melaui tape rokoeder atau kemudian mahasiswa menajawab pertanyaan. Desain pembelajarannya setiap kali pertemuan tidak berubah sehingga berakibat pada pembelajaran yang membosankan, kaku dan menegangkan.
Copyrights © 2023