Masyarakat muslim di Kamboja memiliki catatan sejarah yang kelam. Setelah pemerintahan Sihanouk berakhir, kekuasaan Kamboja diambil alih oleh rezim Khmer Merah yang memiliki ideologi komunis. Keberlangsungan kehidupan masyarakat muslim di Kamboja mulai terancam setelah adanya kebijakan-kebijakan baru yang diterapkan oleh pemerintah Khmer Merah. Mereka membuat kebijakan baru yang menyudutkan masyarakat muslim Kamboja saat itu. Tindakan tindakan yang dilakukan rezim Khmer Merah mendapat respon dari muslim Kamboja. Tindakan Khmer Merah yang memberatkan muslim yang ada di Kamboja ini akhirnya menimbulkan pembangkangan atau gerakan sosial. Pada tahun 1975 umat isla Kamboja telah melakukan pemberontakan untuk menolak merealisasikan kebijakan pemerintah Khmer Merah yang seakan memaksa umat islam. Namun pemberontakan tersebut dengan cepat di padamkan karena tidak mendapat simpati dari masyarakat lainya. Kemudia Khmer Merah menghancurkan desa-desa muslim yang ada dan menganggap muslim Kamboja sebagai musuh internal mereka. Segala gerak gerik muslim di Kaboja di pantau oleh Khmer Merah sehingga membuat mereka semakin tertekan. Hingga pada tertengahan juli 1978 terjadi pemberontakan besar-besaran menentang pemerintahan Khmer Merah. Pemberontakan yang sebagian besar di pelopori oleh rakyat dan tentara Kamboja terjadi hapir di seluruh wilayah. Akhirnya pada 9 Januari 1979 Khmer Merah harus merelakan kekuasaanya di rebut oleh Front Pembebasan Nasional Kamboja.
Copyrights © 2024