Manajemen kegiatan non-akademik di MAN I Pidie memiliki peran yang sangat penting dalam mengembangkan potensi siswa. Kegiatan ini tidak akan berhasil tanpa pengelolaan yang baik dari pihak madrasah, karena manajemen kegiatan memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan pendidikan. Kurangnya pengelolaan yang efektif sering kali menjadi penyebab utama munculnya masalah dalam dunia pendidikan, terutama dalam mengembangkan kegiatan non-akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi manajemen yang diterapkan oleh kepala madrasah dalam meningkatkan prestasi non-akademik di MAN I Pidie, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat pelaksanaan strategi tersebut. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif fenomenologis dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi manajemen kepala madrasah untuk meningkatkan prestasi non-akademik meliputi perencanaan yang matang dalam menentukan jenis kegiatan, jadwal pelaksanaan, metode pelaksanaan, serta penentuan siapa yang bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan. Proses ini melibatkan koordinasi yang baik antara kepala madrasah, seluruh guru, dan komite madrasah, dengan keputusan diambil melalui musyawarah dan pertimbangan bersama. Namun, terdapat beberapa faktor penghambat yang mempengaruhi pelaksanaan strategi tersebut di MAN I Pidie. Faktor-faktor tersebut meliputi kejenuhan siswa terhadap kegiatan yang monoton, kurangnya pembinaan kegiatan non-akademik yang intensif oleh guru, serta keterbatasan sarana dan prasarana yang tidak mencukupi.
Copyrights © 2024