Artikel ini membahas Taj Mahal sebagai simbol cinta dan representasi kemegahan Dinasti Mughal dalam peradaban Islam di Asia Selatan. Dinasti Mughal, yang mencapai puncak kejayaan pada abad ke-16 hingga ke-18, meninggalkan warisan seni dan arsitektur yang mencerminkan integrasi tradisi Persia, Islam, dan India. Mengungkap makna Taj Mahal sebagai simbol cinta abadi Kaisar Shah Jahan terhadap Mumtaz Mahal sekaligus sebagai manifestasi kekayaan budaya dan spiritualitas Islam. Penelitian dilakukan melalui kajian literatur mendalam terkait sejarah, desain arsitektur, dan nilai simbolis bangunan. Menunjukkan bahwa Taj Mahal tidak hanya menjadi lambang cinta, tetapi juga cerminan kekuatan politik, spiritualitas, dan keindahan seni arsitektur Mughal. Taj Mahal tetap menjadi ikon global warisan budaya Islam yang abadi, yang merepresentasikan harmoni seni dan nilai spiritual hingga saat ini.
Copyrights © 2024