Penyakit paru obtruktif kronik (PPOK) merupakan suatu penyakit paru kronis yang ditandai dengan adanya hambatan udara pada saturan pernafasan yang bersifat progresif dan berhubungan dengan respon inflamasi kronis saluran pernafasan dan paru-paru akibat partikel atau gas tertentu. Inflamasi kronik ini mengakibatkan perubahan sktruktur dan penyempitan jalan nafas. Keadaan tersebut menyebabkan penderita PPOK mengalami hipoksemia karena ketidaksesuain ventilasi perfusi dan keterbatasan difusi sehingga menyebabkan penurunan saturasi oksigen. Maka penatalaksanaan untuk meningkatkan saturasi oksigen sangat diperlukan agar tidak terjadi gangguan proses difusi. Salah satu penalataksanaan non-farmakologi yang dapat digunakan untuk meningkatkan saturasi oksigen yaitu dengan memberikan latihan otot-otot pernafasan misalnya menggunakan diaphragmatic breathing exercise. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas tindakan diaphragmatic breathing exercise terhadap saturasi oksigen pasien PPOK di RSUD RAA. Soewondo Pati. Penelitian ini dilakukan pada bulan April-Juli 2020. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperiment dengan rancangan penelitian one group pre test and post test design. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 28 responden. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji paired T-test. Hasil statistik didapatkan bahwa rata-rata nilai saturasi oksigen sebelum diberikan diaphragmatic breathing exercise sebesar 95,18% dan rata-rata nilai saturasi oksigen sesudah diberikan diaphragmatic breathing exercise sebesar 97,07%. Hasil uji paired T-test diperoleh nilai p-value 0,000 < ? 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada keefektifan diaphragmatic breathing exercise terhadap saturasi oksigen pasien PPOK di RSUD RAA. Soewondo Pati. Kata Kunci : Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), Saturasi Oksigen, Diaphragmatic Breathing Exercise (DBE)
Copyrights © 2021