Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit gangguan metabolik yang ditandai adanya kenaikan kadar gula darah akibat penurunan sekresi insulin oleh sel beta pankreas atau gangguan fungsi insulin (retensi insulin), kenaikan kadar gula dalam darah disebut juga dengan hiperglikemia. Hiperglikemia yang berkepanjangan dapat menyebabkan berbagai komplikasi, salah satunya adalah penyakit arteri perifer (PAP). PAP menyebabkan penurunan aliran darah pada ekstremitas yang ditandai nilai ankle brachial index (ABI) rendah. Relaksasi otot progresif merupakan salah satu penatalaksanaan secara nonfarmakologi yang dapat dilakukan untuk memperlancar aliran darah menuju ekstremitas dan menurunkan kadar gula yang berlebih dalam darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran studi literatur tentang terapi relaksasi otot progresif terhadap kadar gula darah dan ankle brachial index pada pasien diabetes melitus tipe 2. Metode Penulisan yang digunakan yaitu studi literatur. Dimana penulis mengumpulkan, mengkompilasi, menganalisa dari data sekunder dengan berdasarkan karya tulis ilmiah yang dipublikasikan maupun yang tidak dipublikasikan. Kesimpulan hasil menunjukkan bahwa relaksasi otot progresif efektif dalam menurunkan kadar gula darah dan efektif meningkatkan nilai ABI apabila memperhatikan beberapa faktor seperti usia lama menderita DM tipe 2, bagaimana penanganan yang selama ini dilakukan, adanya penyakit penyerta dan bagaimana gaya hidupnya selama ini.
Copyrights © 2022