Penelitian ini bertujuan mengatasi penyalahgunaan media sosial yang saat ini banyak terjadi di kalangan siswa. Berdasarkan situasi ini, penulis ingin melakukan penelitian tentang metode yang digunakan guru pendidikan agama Islam untuk mengatasi penyalahgunaan media sosial siswa MAN 01 OKU Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan dekriptif kualitatif. Untuk mendapatkan data, peneliti menggunakan teknik wawancara semi-terstruktur, observasi partisipasi pasif, dan dokumentasi. Berdasarkan rumusan masalah yang ada di peroleh hasil penelitian yang dapat disimpulkan bahwa: (1) Jenis penyalahgunaan media sosial yang dilakukan siswa MAN 01 OKU Timur adalah melihat konten negatif yang lebih mudah diakses dan mengalami kecanduan, yang menyebabkan mereka lebih banyak menghabiskan waktu bermain media sosial daripada belajar. (2) Untuk menangani penyalahgunaan media sosial, guru PAI menggunakan dua pendekatan, yaitu pendekatan dan pengarahan, serta pemeriksaan gawai. (3) Faktor yang penghambat guru PAI dalam menangani penyalahgunaan media sosial di MAN 01 OKU Timur adalah kemajuan teknologi yang telah menjadi bagian integral dari kehidupan siswa saat ini, serta keterbatasan guru untuk memantau penggunaan gawai siswa hanya di sekolah. Selain itu, faktor lingkungan masyarakat dan pertemanan, karena media sosial memungkinkan berbagai jenis pertemanan yang luas dan beragam.
Copyrights © 2025