Tulisan ini menjelaskan mengenai pelaksanaan ibadah haji di Hindia Belanda yang mengalami berbagai regulasi oleh kolonial Belanda. Berbagai regulasi yang ada, secara politis digunakan untuk mengawasi umat Islam dan seberapa kuat pengaruh kaum haji bagi pergerakan umat Islam di Hindia Belanda. Beberapa regulasi juga membatasi jumlah jamaah haji. Semua orang yang berhaji dimata-matai secara ketat pergerakannya. Namun, umat Islam Hindia Belanda masih bersemangat untuk tetap melaksanakan ibadah haji. Selain melaksanakan ibadah haji, mereka juga menimba ilmu dari ulamaulama Timur Tengah dengan membentuk koloni seperti koloni Jawa di Makkah. Ilmu itulah yang digunakan sebagai penggerak perlawan terhadap Belanda. Penelitian ini menggunakan metode deskriptifanalitis yaitu penelitian yang berupaya mendeskrisikan, mencatat, menganalisa dan menginterprestasikan kondisi-kondisi yang ada sehingga diharapkan memberikan gambaran mengenai pelaksanaan ibadah haji masa kolonial dan bentuk perlawanan umat Islam Hindia Belanda terhadap dominasi Belanda.
Copyrights © 2021