Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemikiran Soekarno tentang nasionalisme dan multikulturalisme serta relevansinya dalam membangun identitas nasional Indonesia pada era Revolusi Industri 4.0. Di tengah arus globalisasi yang menantang eksistensi budaya lokal dan semangat kebangsaan, pemikiran Soekarno dinilai mampu memberikan orientasi ideologis yang kokoh dan inklusif dalam menjawab krisis identitas generasi muda serta fragmentasi sosial yang muncul akibat dominasi nilai-nilai global. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Data dikumpulkan melalui telaah mendalam terhadap karya-karya asli Soekarno, buku akademik, serta jurnal ilmiah terakreditasi nasional dan internasional. Analisis dilakukan dengan pendekatan hermeneutik dan content analysis guna menafsirkan nilai-nilai substantif dari gagasan Soekarno tentang nasionalisme yang emansipatoris dan multikulturalisme yang egaliter. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa pemikiran Soekarno tentang nasionalisme bersifat emansipatoris, progresif, dan berakar pada realitas plural masyarakat Indonesia. Soekarno menekankan bahwa nasionalisme sejati harus mampu membebaskan, mempersatukan, dan mengakui keberagaman budaya sebagai kekayaan bangsa, bukan ancaman. Dalam konteks Revolusi Industri 4.0, pemikiran tersebut tetap relevan untuk membentuk identitas nasional yang tangguh dan berdaya saing global, sekaligus menjaga integrasi sosial dan kedaulatan budaya. Dengan demikian, revitalisasi pemikiran kebangsaan Soekarno menjadi kebutuhan mendesak dalam merespons tantangan ideologis dan kultural era kontemporer.
Copyrights © 2025