Penelitian ini membahas masalah penting mengenai resiliensi siswa dalam pendidikan modern, dengan menekankan pentingnya resiliensi dalam meningkatkan kinerja akademik dan kesejahteraan emosional. Meskipun terdapat banyak penelitian mengenai resiliensi, masih ada kesenjangan dalam mengintegrasikan wawasan klasik dari Hippocrates dan Galenus ke dalam praktik pendidikan kontemporer. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip historis ini dapat memberikan informasi bagi strategi pengembangan resiliensi di kalangan siswa sekolah menengah. Pendekatan deskriptif kuantitatif digunakan dengan melibatkan survei terhadap 150 siswa dan wawancara kualitatif dengan peserta terpilih untuk mengumpulkan data yang komprehensif. Temuan menunjukkan bahwa resiliensi yang lebih tinggi berkorelasi dengan hasil akademik yang lebih baik dan strategi koping yang positif, menyoroti pentingnya lingkungan yang mendukung dan regulasi diri. Diskusi menekankan perlunya pendidik untuk menciptakan suasana kelas yang mendukung dan melibatkan keluarga dalam mempromosikan resiliensi. Akhirnya, penelitian ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih dalam tentang resiliensi dalam pendidikan, menunjukkan bahwa integrasi prinsip kesehatan klasik dapat meningkatkan sistem dukungan bagi siswa.
Copyrights © 2025