Keindahan dan keagungan Injil yang tiada taranya seringkali tidak diimbangi dengan cara penyampaian yang selayaknya dan sepantasnya. Para penginjil terkesan menghindari, bahkan membuang ilmu komunikasi yang semestinya bermanfaat, bahkan dapat meningkatkan efektifitas pekabaran Injil di ladang. Pokok pemikiran inilah yang mendasari penulisan artikel ini, di mana masih banyak misionaris yang mengabaikan ilmu komunikasi dalam penginjilan. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka penulis tertarik untuk meneliti tentang peranan ilmu komunikasi dalam penginjilan, dan bagaimana penerapannya dalam meningkatkan efektifitas pekabaran Injil di ladang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan metode penelitian kepustakaan. Dari hasil penelitian, diperoleh 6 (enam) peranan ilmu komunikasi dalam penginjilan, beserta cara penerapannya dengan menggunakan model komunikasi Lasswell. Sebagai penutup, peneliti memberikan kesimpulan yang diharapkan dapat memberikan pengertian, pemahaman dan membuka wawasan bagi para pendidik teologi di seminari dan sekolah tinggi teologi secara khusus, serta para misionaris yang sedang melakukan penginjilan di ladang secara umum.
Copyrights © 2022