cover
Contact Name
Vinus Zai
Contact Email
vinuszai281085@gmail.com
Phone
+6282245339767
Journal Mail Official
vinuszai281085@gmail.com
Editorial Address
Bukit Trawas II Kavling C-108, Ketapanrame, Kec. Trawas, Kab. Mojokerto, Jawa Timur 61375
Location
Kab. mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
GENEVA: Jurnal Teologi dan Misi
ISSN : 20888368     EISSN : 30900905     DOI : https://doi.org/10.71361/geneva.v6i2
Fokus dan Lingkup di dalam Jurnal ini adalah: Teologi Biblikal, Teologi Sistematika, Teologi Praktika, Teologi Misi, dengan bercorak tradisi Reformasi atau Reformed.
Articles 65 Documents
PENGARUH KECERDASAN EMOSI DAN ROHANI TERHADAP PRESTASI KERJA GURU DI SEKOLAH KRISTEN KALAM KUDUS (SKKK) BANDUNG Woenardi, Thinna Naftali
GENEVA: JURNAL TEOLOGI DAN MISI Vol. 9 No. 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71361/gjtm.v9i2.1

Abstract

Keadilan menjadi tuntutan semua lapisan masyarakat karena keadilan itu menjadi dasar adanya kedamaian suatu negeri. Tatanan keadilan suatu negeri dapat digerakan ataupun tinggal tetap dibiarkan begitu saja ketidakadilan yang terjadi atas negeri ini.Pemuda dalam wadah mahasiswa menjadi penggerak sebagaimana statusmya sebagai orang Kristen mempu menjaga keadilan sesuai dengan kebenaran alkitabiah. Keadilan hanya bisa diperankan dengan kasih dan kebenaran Allah menjadi dasar bagi orang percaya.Mahasiswa Kristen yang bukan dengan iman yang sederhana atau hidup mudah tetapi menggunakan ilmu pengetahuan dan kepandaian dengan kebijakan.
PERAN MAHASISWA KRISTEN DALAM PERUBAHAN TATANAN KEADILAN Kadarsi, Naumi
GENEVA: JURNAL TEOLOGI DAN MISI Vol. 9 No. 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71361/gjtm.v9i2.3

Abstract

Keadilan menjadi tuntutan semua lapisan masyarakat karena keadilan itu menjadi dasar adanya kedamaian suatu negeri. Tatanan keadilan suatu negeri dapat digerakan ataupun tinggal tetap dibiarkan begitu saja ketidakadilan yang terjadi atas negeri ini.Pemuda dalam wadah mahasiswa menjadi penggerak sebagaimana statusmya sebagai orang Kristen mempu menjaga keadilan sesuai dengan kebenaran alkitabiah. Keadilan hanya bisa diperankan dengan kasih dan kebenaran Allah menjadi dasar bagi orang percaya.Mahasiswa Kristen yang bukan dengan iman yang sederhana atau hidup mudah tetapi menggunakan ilmu pengetahuan dan kepandaian dengan kebijakan.
PERCERAIAN DALAM PERJANJIAN LAMA DAN IMPLIKASINYA DALAM KEHIDUPAN KEKRISTENAN MASA KINI Rusli, Rusli
GENEVA: JURNAL TEOLOGI DAN MISI Vol. 9 No. 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71361/gjtm.v9i2.5

Abstract

Pernikahan adalah institusi yang ditetapkan Allah. Seiring jatuhnya manusia, maka imbas dosa memberikan pengaruh besar dalam hidup manusia sehingga perceraian menjadi masalah serius merongrong keutuhan suatu pernikahan. Tuhan sejak awal tidak pernah merancangkan perceraian di dalam pernikahan. Tentunya Tuhan menyatakan bahwa dalam suatu pernikahan kudus ialah seorang laki-laki yang akan bersatu dengan isterinya dan keduanya menjadi satu daging. Allah merancangkan pernikahan menjadi satu keutuhan relasi yang indah. Sejak Perjanjian Lama, Kitab Suci telah menegaskan keutuhan suatu pernikahan di mana Allah dan rencana-Nya hadir di dalamnya. Memahami prinsip penting ini menolong orang percaya dapat menghadapi tantangan perceraian makin marak di tengah-tengah zaman, serta memberikan pemahaman teologi yang tepat untuk mengatasinya sesuai kebenaran yang dinyatakan dalam Kitab Suci.
Melihat Kembali Pemuridan Kristus dan Mengimplementasikannya dalam Praktek PAK: Sebuah Tanggapan atas Krisis Produk Pambudi, Candra Agung
GENEVA: JURNAL TEOLOGI DAN MISI Vol. 10 No. 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71361/gjtm.v10i2.6

Abstract

George Barna seorang peneliti Kristen terkemuka berkata, “every day, the church is becoming more like the world it allegedly seeks to change.”Pernyataannya ini didasarkan pada penelitiannya bersama dengan Gallup Organization yang meneliti perilaku kehidupan orang-orang Kristen Injili ‘lahir baru’ dengan kriteria: orang Kristen yang mengaku percaya bahwa Yesus hidup sebagai orang yang tak berdosa, keselamatan kekal hanya didapat melalui anugerah, meyakini bahwa orang Kristen memiliki tanggungjawab untuk menginjili orang belum percaya.
TREND LEGALISASI PERNIKAHAN SEJENIS DAN SIKAP GEREJA Barlian, Rei Rubin
GENEVA: JURNAL TEOLOGI DAN MISI Vol. 9 No. 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71361/gjtm.v9i1.7

Abstract

This article tries to discuss trends in legalizing same-sex marriage and tries to provide information about the attitude of the church. Nowadays society tends to choose a free attitude to marry with the same sex, looks more acceptable with agreements with governments in many developed countries. This concept has been challenged by the Indonesian state. Even so, this influence can still be found in some parties who legalize this LGBT model marriage into the church, though it is not currently being carried out openly. Abstrak:Artikel ini mencoba membahas tren legalisasi pernikahan sejenis dan berusaha memberikan informasi mengenai sikap gereja. Masyarakat cenderung memilih suatu sikap bebas untuk menikah dengan kaum sejenis kelamin kini terlihat lebih diterima dengan adanya persetujuan dengan pemerintah di banyak negara maju. Konsep ini mendapat tantangan dari negara Indonesia. Sekalipun demikian, pengaruh ini masih dapat ditemukan di beberapa pihak yang mengesahkan pernikahan model LGBT ini ke dalam gereja, sekalipun saat ini tidak dilaksanakan secara terang-terangan.   
SISTEM EKONOMI BANGSA ISRAEL DALAM MENGENTASKAN UMAT ISRAEL DARI MENTAL MISKIN (STUDI KITAB IMAMAT) Kristiani, Ana Budi
GENEVA: JURNAL TEOLOGI DAN MISI Vol. 9 No. 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71361/gjtm.v9i1.8

Abstract

Economic system is a part of capital management in doing its function in economy, to make her citizens prosper. In Deuteronomy, economic system was formed of some ‘institutions’ in which were: (1) God, (2) leaders people, or priests, (3) Israelites, and (4) non-Israelites. A group of these elements had integrated and worked together to get a purpose, that is peace of God (shalom) for all, Israelites or non- Israelites. Therefore with the system, it would ample to solve both poverty and poor mentality. Abstrak: Sistem perekonomian merupakan bagian dari tata kelola negara dalam menjalankan fungsinya dalam bidang ekonomi dengan tujuan untuk mensejahterakan rakyatnya. Sistem ekonomi dalam konteks Kitab Imamat terbentuk dari konstelasi beberapa ‘lembaga’: (1) Allah (2) Pemimpin Umat atau para imam (3) Umat Israel (4) Bangsa di luar Israel. Sekelompok elemen tersebut saling terintegrasi dan bekerja sama untuk mencapai tujuan yaitu terwujudnya damai Allah (shalom) bagi umat Israel dan non Israel. Dengan demikian mampu mengentaskan kemiskinan dan mental miskin. 
GEREJA MENGHADAPI ARUS POSTMODERN DALAM KONTEKS INDONESIA MASA KINI Zaluchu, Julianus
GENEVA: JURNAL TEOLOGI DAN MISI Vol. 9 No. 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71361/gjtm.v9i1.9

Abstract

Church challenged to take part in fomenting calling (Matthew 28:18-20). These calls are never changed throughout the ages. It remains to be colored church services. However, every ages have concepts, views, values, and different systems. This time the church had seemed carried away by the current postmodern age, so that the church faced a very serious struggle by preaching the gospel and moral-ethically.  Faced with this struggle of the church  in Indonesia are required to have the attitude of prioritizing build character and Christian values, character of Christ, the life standard of thinking, feeling and act like Christ, and biblical standards. The Church invites the congregation to act as initiators in the ministry, the church as a seeker and a teller of the truth, the attitude of the church in teaching and preaching is based on the knowledge of the Word of God, the attitude of the church in implementing the love of the truth and the attitude of the church toward worship in spirit and in truth, the attitude of the church in delivering truth through evangelism and church attitudes in rediscovering the doctrine of vocation. To be able to face the postmodern church is necessary toughness and consistency of true theology centered on God through the word of God which lives and abides forever shall be the basis for the attitude of the church in this postmodern era. ABSTRAK Gereja ditantang untuk ambil bagian dalam mengobarkan panggilan-Nya (Matius 28:18-20). Panggilan ini tidak pernah berubah sepanjang zaman. Ini pula yang harus mewarnai pelayanan gereja. Namun, setiap zaman memiliki konsep, pandangan, nilai-nilai, dan sistem yang berbeda. Saat ini  gereja sudah tampak  terbawa oleh arus zaman  postmodern, sehingga gereja  menghadapi pergumulan yang sangat serius dalam pemberitaan Injil dan moral-etika.  Dalam menghadapi pergumulan ini gereja di Indonesia dituntut memiliki sikap memprioritaskan membangun watak dan tata nilai Kristiani, berkarakter Kristus, kehidupan dengan standar berpikir, berperasaan dan tindakan seperti Kristus, dan berstandar  alkitabiah. Gereja  mengajak jemaat  untuk bersikap sebagai pemrakarsa dalam pelayanan,  gereja sebagai pencari dan menyatakan kebenaran, sikap  gereja dalam mengajar dan berkhotbah  berdasarkan pengetahuan firman Tuhan,  sikap gereja dalam menerapkan kasih dalam kebenaran dan sikap gereja terhadap penyembahan di dalam Roh dan kebenaran,  sikap gereja dalam menyampaikan kebenaran melalui penginjilan, dan sikap gereja dalam menemukan kembali doktrin panggilannya. Gereja yang unggul harus memulainya dengan awal yang baik dari melewati proses rohani yang baik pula  untuk mendapatkan hasil yang  terbaik.  Gereja yang berkemampuan sebagai fasilitator atau mentor dalam melaksanakan misi Allah demi menjadikan semua bangsa murid Kristus. Gereja yang mampu menghadapi arus postmodern ini diperlukan ketangguhan dan konsistensi teologi yang benar, berpusat pada Allah melalui firman Allah yang hidup dan kekal harus menjadi dasar bagi sikap gereja  di era posmodern ini.  
PERBANDINGAN GNOSTIKISME DENGAN AJARAN TEOLOGI REFORMED MENGENAI PENGETAHUAN AKAN ALLAH Purwanto, Lukman
GENEVA: JURNAL TEOLOGI DAN MISI Vol. 9 No. 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71361/gjtm.v9i1.10

Abstract

This research deals with Gnosticism which is influencing the teachings of Christianity. Forms of teachings that are happening in the world to Christianity. All these Gnostic understandings will be compared with Christianity in the discourse of Knowledge of God, especially from the perspective of Reformed Theology. Compared knowledge of God includes both the incomprehensible God and the comprehensible God. The results are that even though the teachings of Gnosticism are very similar to the teachings of Christianity, but by using Reformed Theology as an instrument of comparison, these teachings will show sharp differences.   ABSTRAK Penelitian ini menggumulkan mengenai paham Gnostik yang sedang memengaruhi ajaran Kekristenan. Bentuk ajaran yang sedang terjadi di dunia hingga di dalam Kekristenan. Segala paham Gnostik ini akan diperbandingkan dengan paham Kekristenan di dalam wacana Pengetahuan akan Allah, khususnya dari sudut pandang Teologi Reformed. Pengetahuan akan Allah yang diperbandingkan termasuk juga di dalam perihal Allah yang tidak terpahami dan Allah yang terpahami. Hasil yang didapatkan bahwa sekalipun ajaran dari paham Gnostik sangat mirip dengan ajaran Kekristenan, tetapi dengan menggunakan Teologi Reformed sebagai instrumen pembandingnya, ajaran tersebut akan terlihat perbedaan yang tajam. 
EKSPOSISI KITAB NEHEMIA 1:1-11 DAN APLIKASINYA DI DALAM KEROHANIAN PRIBADI HAMBA TUHAN Meriana, Meriana
GENEVA: JURNAL TEOLOGI DAN MISI Vol. 9 No. 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71361/gjtm.v9i1.11

Abstract

This article is going to discuss and describe the contents of God's word in Nehemiah 1: 1-11, in the simple Exposition method model. The Exposition Structure will be pursed into a simpler structure according to the hermeneutical interpretation rules, as explained by Osborne, specifically in the Background to Historical sections. The discussion will be arranged per paragraph representing the verses from the related passages. Then integrated with the passage that has been described previously. Finally, all the discussions will be brought together in the conclusions that state the essence, then the digest is integrated with the spirituality reflection that should be contemplated and applied as servants of God based on the related passage. The Nehemiah prayer model will try to be juxtaposed with the perfect servant model, namely in the teachings and example of the Lord Jesus Christ.  ABSTRAK Artikel ini hendak membahas dan menjabarkan isi firman Tuhan di dalam kitab Nehemia 1:1-11, di dalam model metode Eksposisi sederhana. Struktur Eksposisi tersebut akan dikerucutkan ke dalam struktur yang lebih sederhana menurut kaidah tafsir hermeneutis, seperti yang dijelaskan oleh Osborne, khususnya di dalam bagian Latar Belakang hingga Historisitas. Pembahasan akan diatur per paragraf mewakili ayat-ayat dari perikop terkait. Kemudian diintegrasikan dengan perikop yang sudah dijabarkan sebelumnya. Terakhir, segala pembahasan akan disatukan di dalam bagian simpulan yang menyatakan bagian intisari, lalu intisari itu diintegrasikan dengan refleksi kerohanian yang seharusnya direnungkan dan diaplikasikan sebagai hamba Tuhan berdasarkan perikop yang terkait itu. Model doa Nehemia tersebut akan coba disandingkan dengan model hamba sempurna, yakni di dalam ajaran dan teladan diri Tuhan Yesus Kristus. 
Teologi Kesehatan dan Implementasinya di Era New Normal eva nurwiyati; Sinta Kumala Sari
GENEVA: Jurnal Teologi dan Misi Vol. 11 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan merupakan hal yang penting dalam kehidupan manusia. Penelitian ini bertujuan pertama, mengetahui pandangan teologis alkitabiah terhadap kesehatan. Kedua, mengetahui implementasi teologi kesehatan di era new normal saat ini. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teologi kesehatan menjawab kebutuhan dasar manusia dan memberikan pengharapan bagi mereka yang sakit. Allah sendirilah yang menjadi sumber kesembuhan. Dasar teologi kesehatan pun dapat dipertanggungjawabkan secara alkitabiah. Secara holistik Alkitab menyajikan kesehatan dan kesembuhan mulai dari kejatuhan manusia dari dosa, kisah para nabi, kehidupan dan karya Yesus sampai kepada pelayanan para rasul. Penerapan teologi kesehatan di era new normal bisa dilaksanakan orang percaya dengan mengikuti anjuran pemerintah menerapkan protokol kesehatan.